sebuah luka

pujangga, apa kabar kau disana?. aku punya sedikit kisah yang kutuangkan dalam sajak nih... berkisah dari salah seorang pemuda yang mengagumi gadis sampai tujuh tahun lamanya, tanpa si gadis mengerti dan memahami perasaan si pemuda itu. waawww lama bukan?. ya begitulah, seiringnya waktu si pemuda menyadari bahwa dirinya mulai lemah dan tak secinta dulu lagi... pemudapun pergi, namun kepergiannya justru menjadi penyadar rasa cinta si gadis. terlambat bukan?.



Tertatih Menempa Waktu



jika memang ini adanya,

bukankah lebih baik diriku sendiri yang merasa

yang sebenarnya aku banyak berharap

tentang mimpiku bahagia bersamamu,

yaaaa.... cukup kusadari, langkahku mulai letih

ketidakpastian dalam diam inipun semakin berat

aku berkali-kali menyerah,

namun seakan kau terus menarikku sampai tujuh tahun lamanya

dalam kesunyian

tak berada,

dan juga tanda tanya.



aku tak tahu tentang adakah diriku dalam setiap do'amu

pernahkah kamu menyebut namaku dalam kemulyaan itu,

pernahkah kamu menyisihkan sedikit waktu untukku dapat menyampaikan relung hatiku?

sungguh?

jika memang begitu, kamu kemanakan diriku selama tujuh tahun ini?

pernahkah kamu membalas kode yang kuberikan padamu?

aku punya banyak pintu tanda tanya...

yang setiap pintu membuka pertanyaan berbeda,

antara aku yang berada dan tiadanya diriku dalam kisah cintamu...

dan jika sungguh tak ada diriku dalam do'amu, lantas....

kamu kemanakan driku selama ini?



aku sudah puas dan cukup banyak memakan hati,

aku lelah, menyerah, rapuh, dan cukup!

aku sudah pergi meninggalkan banyak pintu pertanyaan...

lalu mengapa kamu hampiri pintu-pintu itu?

kamu buka dan korek tanda tanya itu?

lalu kemanakah langkahmu tertuju selama ini, sampai kamu tak kunjung tiba

kamu datang disaat kusudah lapuk

kamu datang padaku dalam keadaanku tidak seperti dulu

aku sudah pergi,

aku sudah mencari langkah yang lain,

namun mengapa kamu baru sadari bahwa aku mempunyai rasa yang sama sepertimu.

kamu datang disaat yang tidak tepat.

kamu baru menyadari itu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biarkan ia terkenang

Meraih mimpi bersamanya