Postingan

Gambar
dirimu layak menerima terimakasih dari dirimu sendiri aku tau, kamu kuat. kamu hebat. jgn lupa bersyukur untuk hari ini, berterimakasihlah pada dirimu yg sudah sekuat ini untuk melewati harimu yg lelah.. tersenyumlah sampai kau menangis. menangis karena letih. dan letih itu mengantarkanmu pada tujuan yang terbaik untuk kamu dapatkan. meskipun kau tak bisa menaklukan harimu  menjadi seindah mungkin.. tapi setidaknya hari ini sudah lebih baik dari kemarin.. ingatlah Allah selalu mendengarkan do'amu dan menyaksikan air matamu atas penghambaanmu dalam setiap kidung do'a. kamu akan melewati air mata itu, kelak...

Biarkan ia terkenang

Gambar
TERSENYUMLAH DIRIKU lama tak bersua, kini aku hadir dengan rasa yang berbeda kau tahu, kali ini akan kucukupkan keadaan yang lalu... yang membuatku semakin kalut pada waktu itu, kini aku harus hadir membawa senyum dan berbagi kisah akan perjalanan yang indah.. tak selamanya CINTA mampu bertahta pada hati yang kosong, hati yang lapuk akan imanlah yang akan bertahan lama terhadap tipudaya kini aku sudah berjalan pada langkah yang benar, mencoba membangun kembali hidup yang lebih baik. menikmati waktu dengan khusyuk dalam setiap kidung do'a. tak selama CINTA mampu membahagiakan kamu apalagi CINTA ku ini hanya bertepuk sebelah tangan dan ia tak mengenali dirimu apalagi memperhatikan perjuanganmu Tuhan tahu yang terbaik, Tuhan juga berhak atas hatimu dan hatinya, kamu hanya perlu sadar, bahwa saat ini aku lebih baik mengejar cita. bukan CINTA bertahun lamanya mengubur rasa sampai akhirnya tak kuasa, dan memutuskan berdoa'a agar nikmat itu dicabut kini, keadaan semakin membaik. insya...

Terjatuh Dalam Duka

Kesedihan Yang Memilukan Keadaan Entah mau berucap apalagi dan bagaimana lagi caraku, untuk menutupi kesedihanku. Berkali aku mencoba bangkit, namun masih juga tetap dibawah. Dan jatuh. Terasa sangat menyedihkan dan berkali-kali ingin menangis tak kenal tempat. Keadaan perkara ini dan itu, dari sana dan sini, terasa sangat memberatkan batin. Tak ada kaitannya dengan perasaan yang lalu, tidak sama sekali. Melainkan perkara yang lain, yang lebih pandai membuatku menangis dibanding hal receh seperti cinta gajelas yang ada. Huhhhhh.... Bagaimana caraku untuk menghentikan air mata ini? Sedang ia terus meluap-luap yang tak kenal waktu. Walaupun aku tetap tersenyum, tapi kuyakini bahwa kalian tak menyadari lapuknya dan kalutnya keadaan jiwaku saat ini.

Berdusta

Air mata dibalik jeruji dusta sedari waktu itu Aku terus berpikir dan membayangkan Bahagia juga mulia, Namun, bahagia itu harus kujaga baik-baik dalam pahitnya kenyataan. Yang mulia, pun. Telah menjadi cerita. Seiring waktu, rasa tamparan itu semaaakin terasa. Menamparku agar aku segera bangun dari pikiranku. Aku bahagia. Sungguh? Aku bahagia. Dan sangat bahagia. Aku berdusta! Dan cuma itu yang dapat kulakukan. Aku baik. Baik dalam menjaga diriku tetap tersenyum. Sangat baik!. Tapi membodohi diri sendiri? Berbahagilah wahai diri. Jika memang itu bisa. Menjaga apa yang ada, sampai telah tiada. Merampas kedermawanan hatiku yang berusaha jujur. Terlalu pandai akalku untuk berbohong pada diriku sendiri. Namun, tetap bangkai akan tercium. Bagai kebohongan yang ditutupi pasti akan terbongkar. Lihatlah cermin itu. Ia memantulkan gambarmu. Lihatlah itu, dengan nyata jelas ditampakkan se...

sebuah luka

pujangga, apa kabar kau disana?. aku punya sedikit kisah yang kutuangkan dalam sajak nih... berkisah dari salah seorang pemuda yang mengagumi gadis sampai tujuh tahun lamanya, tanpa si gadis mengerti dan memahami perasaan si pemuda itu. waawww lama bukan?. ya begitulah, seiringnya waktu si pemuda menyadari bahwa dirinya mulai lemah dan tak secinta dulu lagi... pemudapun pergi, namun kepergiannya justru menjadi penyadar rasa cinta si gadis. terlambat bukan?. Tertatih Menempa Waktu jika memang ini adanya, bukankah lebih baik diriku sendiri yang merasa yang sebenarnya aku banyak berharap tentang mimpiku bahagia bersamamu, yaaaa.... cukup kusadari, langkahku mulai letih ketidakpastian dalam diam inipun semakin berat aku berkali-kali menyerah, namun seakan kau terus menarikku sampai tujuh tahun lamanya dalam kesunyian tak berada, dan juga tanda tanya. aku tak tahu tentang adakah diriku dalam setiap do'amu pernahkah kamu ...

Menjadi lembut karenamu

Muka Pasi Ketika Jumpa Karya: fauziah Dewi. A Kutuliskan malam Bersama sang rembulan Lewat mimpi dalam tidur Tak bisa selalu terjaga disepanjang malam Namun selalu terjaga setiapku menatapmu Rasa hati ini semakin rapuh Remuk, bertanya-tanya Apa maksud dari kegelisahan ini Aku tak mampu mengartikannya Aku tak sanggup melihat tatapannya Yang semakin hari ia semakin membuatku kacau. Pernahkah kau sadar bahwa aku jua punya rasa yang sama sepertimu Kau tahu, bahwa aku hanya punya satu hati Kau tahu itu! Namun.. huuhhhh, Terasa ambruk Tak mampu menopang Ketika kutahu kau sudah memilihnya Dan kuharap kau bahagia dengannya Akupun bahagia ketika kau bahagia Aku terluka ketika kau terluka Namun bahagiaku ini terpaksa, hanya ingin melihatmu bahagia dengan orang yang kau cinta Meski kuharus membunuh diriku sendiri Membunuh rasa yang ada dalam hatiku sejak lama Menahan luka dan derita selama...

Meraih mimpi bersamanya

Puisi kali ini berbeda dr biasanya. Karena ada yg reques nih.ehehe Disini aku kuliah sambil menyantri. Walaupun yahhh beginilah aku. Blm bisa dibilang bener2 santri. Masih agak nakal. Tapii inshaalloh aku disini berniat menjadi lebih baik. Agar aku mampu mengendalikan kebutuhan duniawiku lewat ilmu yang aku bekalkan di akhirot kelak. Baiklah cukup sampai sini ya bosa basinya. Takut nanti kamu bosen.. hehe. Iya lo kamu. Aku gk mau kamu bosen sama aku.. eeiiitzzz maksudnya sama puisiku Berlayar Bak Kapal Karam Pemuda, ingatkah kamu pada hamparan pasir itu Yang setelah kau menginjaknya pasti tersisa tapak kakimu Yang selalu dapat terhapus setelah angin dan ombak menyapunya Lalu, pahamkah dikau tentang tanyaku tadi? 😏 Sadarilah dunia ini bagai pasir yang mudah terkikis oleh batas usia atas kehendakNYA Dimana ia datang tanpa berita dan tanpa persiapan darimu Yang ia datang membawa perintahNYA tanpa TUHAN dengar alasan darimu tentang penundaan ...