Meraih mimpi bersamanya
Puisi kali ini berbeda dr biasanya. Karena ada yg reques nih.ehehe
Disini aku kuliah sambil menyantri. Walaupun yahhh beginilah aku.
Blm bisa dibilang bener2 santri. Masih agak nakal. Tapii inshaalloh aku disini berniat menjadi lebih baik.
Agar aku mampu mengendalikan kebutuhan duniawiku lewat ilmu yang aku bekalkan di akhirot kelak.
Baiklah cukup sampai sini ya bosa basinya. Takut nanti kamu bosen.. hehe. Iya lo kamu. Aku gk mau kamu bosen sama aku.. eeiiitzzz maksudnya sama puisiku
Disini aku kuliah sambil menyantri. Walaupun yahhh beginilah aku.
Blm bisa dibilang bener2 santri. Masih agak nakal. Tapii inshaalloh aku disini berniat menjadi lebih baik.
Agar aku mampu mengendalikan kebutuhan duniawiku lewat ilmu yang aku bekalkan di akhirot kelak.
Baiklah cukup sampai sini ya bosa basinya. Takut nanti kamu bosen.. hehe. Iya lo kamu. Aku gk mau kamu bosen sama aku.. eeiiitzzz maksudnya sama puisiku
Berlayar Bak Kapal Karam
Pemuda, ingatkah kamu pada hamparan pasir itu
Yang setelah kau menginjaknya pasti tersisa tapak kakimu
Yang selalu dapat terhapus setelah angin dan ombak menyapunya
Lalu, pahamkah dikau tentang tanyaku tadi?
😏
Sadarilah dunia ini bagai pasir yang mudah terkikis oleh batas usia atas kehendakNYA
Dimana ia datang tanpa berita dan tanpa persiapan darimu
Yang ia datang membawa perintahNYA tanpa TUHAN dengar alasan darimu tentang penundaan waktu,
Angin yang membawa ombak itulah waktunya kau terkikis, tapak kakimu baik atau burukpun bagai sekejap kau melangkah
Kau tak sadar bahwa tapak kakimu itu bagai sisa-sisa pengamalanmu. Bagai ia yg bisa terhisab menjadi penentu akan abadi dimana kau nantinya...
Kau dengan sibuk tergopoh-gopoh bermandikan keringat yang dengan mudahnya keringat itu tak dianggap oleh TUHAN jika itu bukan untuk akhirat. Jika itu bukan untuk akhirat. Bukan pula untukNYA.
Layar yang sudah berani mengarungi samudera jika dia tanpa berilmu dan beramal baik bukankah ia karam yang sia-sia???
Ketahuilah aku tak ingin menjadi ia yang seperti itu
Aku ingin berlayar membawa rempah yang bermanfaat untuk dapat kubagikan
Jika bukan ilmu, lalu apalagi?
Namun disini aku yang masih mudah goyah dalam mengejar ilmu dunia
Pasti akan mudah rapuh jika tanpamu rumah surga
Kuakui bentengmu yang berupa nasehat mampu menuntunku
Tiang yang berupa sholat sebagai penopang hisaban awal amalanku
Dan tembok yang berasal dari ustad dan ustadzah yang mampu menghalangiku untuk kufur apalagi menjadi seorang hamba yang membangkang aturanMU
Serta mereka orang-orang yang dibesarkan dengan biasa namun menjadi luar biasa setelah mereka mendapat ilmu yang shohih
Yang terkesan sejajar denganku namun secara ilmu merekalah derajatnya setingkat lebih tinggi dariku.
Karena apa?? Ya karena ilmunya lah derajat mereka mampu lebih tinggi dariku
Maka, jadikanlah aku seperti kapal yang karam tidak sia-sia
Yang sudah bermanfaat untuk sesama lalu aku karam dalam keadaan baik
Bagai rempah nan menjelma menjadi ilmu yang kubagikan pada sesama.😊
*sekian*
Alhamdulillahi jazakumullahu khoiro PPM_BS
Keluarga raja basa
Bandar lampung, 1 november 2018
Di rumah surga
Komentar
Posting Komentar